Field Strenght Antenna Portable Outdoor Urban
Maksud Antenna Portable Outdoor/Urban dijelaskan di dokumen ITU-R BT.2254-5.
1. Definisi "Portable Outdoor" (Class A)
Lihat bagian Annex 1 sub-bab A1.1.2, penerimaan portabel luar ruangan yaitu penerimaan pada kondisi diam (stasioner) atau bergerak dengan kecepatan sangat rendah selevel orang berjalan kaki.
Antena yg digunakan adalah antenna eksternal (seperti antena teleskopik atau kabel headset) atau antena yang terintegrasi di dalam perangkat.
Ketinggian Antena diposisikan setinggi 1,5 meter di atas permukaan tanah (above ground level).
2. Makna "Urban" (Lingkungan Perkotaan)
Konteks "Urban" menentukan besaran gangguan lingkungan yang dimasukkan ke dalam perhitungan yaitu antara lain;
Man-made Noise (Pmmn): Karena berada di area perkotaan yang padat maka perangkat elektronik, diberikan tambahan buffer gangguan buatan manusia sebesar 1 dB untuk pita UHF (Band IV/V)
Model Kanal Sinyal: Dalam aspek planning, maka Antenna Portable ini menggunakan model kanal Rayleigh. Model ini mencerminkan kondisi di mana tidak ada sinyal langsung (line-of-sight) dari pemancar, melainkan hanya sinyal pantulan dari gedung atau objek bergerak (mobil, orang, pohon) di sekitar penerima.
3. Target Kualitas dalam Perencanaan
Lihat tabel Section 3.3.2, parameter untuk skenario ini dihitung untuk dua target cakupan:
Acceptable (Diterima): Level sinyal yang harus dicapai agar siaran bisa dinikmati di 70% lokasi dalam suatu area kecil (100m x 100m)
Good (Bagus): Level sinyal yang lebih tinggi agar siaran stabil di 95% lokasi pada area tersebut.
Demikian penjelasan terkait istilah Portable Outdoor Urban.
Sebenarnya berapa idealnya Field Strenght untuk Penerimaan Antena Portable di Indonesia?
Jawaban cepat: 63.6 dBµV/m yang setara dengan penerimaan Voltase di STB 41.0 dBµV.
Mari kita detailkan langkah-langkah perhitungannya.
Kita bahas penerimaan Portable Antenna dengan location probability 95%:
Case 1. Menggunakan parameter 64-QAM, FEC 2/3, 32k, PP4 Extended (ITU-R BT.2254-5 halaman 37).
Case 2. Menggunakan parameter Kominfo 64-QAM, FEC 4/5, 32k, PP4 Extended
CASE 1 - Metodology ITU
Terlihat bahwa untuk Raw AWGN Channel dengan 64 QAM FEC 2/3 maka dibutuhkan C/N raw 13.5 dB. Selanjutnya karena menggunakan Antenna Outdoor dengan ketinggian 1.5 m maka sinyal yang didapat umumnya banyak dari pantulan. Model ini kemudian perlu ditambahkan Beban Rayleigh sebesar 2.1 dB. Selanjutnya ada koreksi terhadap PP4 (A, B, C) dan terakhir ada koreksi D.
CASE 2 - Indonesia
Sekarang kita pakai standar siaran Indonesia. Ini diataur dalam Permen Kominfo 6/2019
Dari perhitungan berdasar Raw AWGN Channel, dan ditambah PP4 correction, Beban Rayleigh, dan D, maka diketahui Required C/N adalah 17.8 dB.
Jika nilai tsb dimasukkan kedalam Excel (file Excel nya dapat di download di link di bagian bawah artikel) maka kita dapat mengetahui berapa Field Strenght minimum yang cocok untuk konteks Indonesia.
Dari perhitungan diatas diketahui bahwa minimum Field Strenght dengan menggunakan parameter Kominfo adalah 63.6 dBµV/m yang setara dengan penerimaan Voltase di STB 41.0 dBµV (berjarak 22.6).
[Link Budget Antenna Portable Outdoor ITU dan Kominfo]
<eof>
No comments:
Post a Comment