Monday, February 2, 2026

Mux dan T2 Gateway

Berikut adalah diagram Mux (bisa pakai Harmonic) dan T2 Gateway (bisa pakai Nevion CP4400). Digambar juga ada Modulator Reference / Master Clock (bisa pakai Meinberg M2000 (ShOman). 

Gambar ini menunjukkan alur sinyal utama dari headend ke transmitter di sistem DVB-T2, khususnya untuk jaringan SFN (Single Frequency Network).

Berikut penjelasan blok demi blok secara sederhana:1. IP SPTS → Mux → IP MPTS
  • SPTS (Single Program Transport Stream): Satu channel TV (misalnya TV1, TV2, TV3) yang sudah di-encode di headend.
  • Mux (Multiplexer): Menggabungkan beberapa SPTS menjadi satu stream MPTS (Multi Program Transport Stream).
    Ini seperti “bundel” semua channel menjadi satu aliran IP.
2. T2 Gateway (blok tengah)Ini adalah perangkat paling penting untuk DVB-T2.Fungsi utamanya:
  • Mengubah MPTS biasa menjadi format khusus T2-MI (T2 Modulator Interface).
  • Melakukan semua proses DVB-T2 yang rumit di level transport:
    – Membagi data ke Physical Layer Pipes (PLP)
    – Membuat Baseband Frames
    – Menyusun L1-signaling (informasi modulasi, FFT size, GI, pilot pattern, dll.)
    – Scheduling superframe
  • Input tambahan yang krusial:
    10 MHz + 1PPS (dari Meinberg M1000 yang kita bahas sebelumnya).
    Ini memberikan waktu absolut (UTC) yang sangat presisi.
3. Output dari T2 Gateway: IP T2-MI → ExciterT2-MI adalah “paket siap modulasi” yang sudah mengandung segala informasi yang dibutuhkan exciter untuk langsung membuat sinyal OFDM DVB-T2.Kaitan T2 Gateway dengan SFNDi DVB-T2 SFN, semua transmitter harus mengirimkan sinyal OFDM yang persis sama pada waktu yang persis sama. Kalau tidak, akan saling mengganggu (self-interference).Peran T2 Gateway di sini:
  1. Centralized Scheduling
    Semua keputusan (PLP mapping, cell interleaving, time slicing, superframe structure) dilakukan sekali saja di T2 Gateway. Hasilnya disebarkan ke semua transmitter lewat T2-MI yang sama.
    (Ini berbeda dengan DVB-T yang hanya pakai MIP sederhana.)
  2. Penyisipan T2 Timestamp
    T2 Gateway menyisipkan paket khusus bernama T2 Timestamp (packet type 20₁₆) ke dalam T2-MI.
    Isinya:
    • Detik sejak tahun 2000 + sub-detik (sangat presisi)
    • Menunjukkan waktu tepat kapan superframe tersebut harus keluar dari antenna semua transmitter.
  3. Cara kerjanya di lapangan:
    • T2 Gateway melihat 1PPS + 10 MHz → tahu waktu sekarang (UTC).
    • Ia menghitung dan menyisipkan timestamp yang sama ke semua T2-MI yang dikirim ke berbagai site transmitter.
    • Di setiap site: Exciter menerima T2-MI + timestamp + 1PPS/10 MHz sendiri.
    • Exciter menghitung berapa milidetik ia harus “menunda” agar sinyal keluar persis pada waktu yang tertulis di timestamp.
    • Hasil: semua transmitter “berbicara bersamaan” walaupun jaraknya ratusan km dan jalur distribusi berbeda.
Tanpa T2 Gateway yang benar (dengan timestamp dan referensi 1PPS), SFN DVB-T2 mustahil berjalan. Exciter hanya akan mengirimkan sinyal asinkron, dan coverage akan rusak parah.Ringkasan Alur BesarHeadend
↓ (IP SPTS)
Mux → MPTS

T2 Gateway + (10 MHz + 1PPS) → menyisipkan timestamp SFN

T2-MI (IP)

Exciter di setiap site → modulasi OFDM sinkron → SFN sempurna
Itulah sebabnya di stasiun transmisi besar (seperti yang ada di gambar), biasanya ada T2 Gateway di headend, lalu T2-MI dikirim lewat fiber/IP ke semua site, dan setiap site punya exciter + Meinberg untuk sinkronisasi lokal.
Format IP Header (standar IPv4) vs. T2-MI Header (yang ada di dalam IP packet)Keduanya bukan hal yang sama. IP header adalah header lapisan network (Layer 3) yang sama untuk semua trafik IP, termasuk saat mengirim T2-MI. T2-MI header adalah header khusus aplikasi (Layer 7-ish) yang ada di dalam payload paket IP tersebut.1. IP Header (IPv4) – 20 bytes (tanpa options)Ini header yang selalu ada di setiap paket IP, termasuk yang membawa T2-MI.
Bits
Field
Ukuran
Fungsi Utama
0-3
Version
4 bits
4 (IPv4)
4-7
IHL (Header Length)
4 bits
Panjang header (biasanya 5 = 20 bytes)
8-15
DSCP + ECN
8 bits
QoS / congestion
16-31
Total Length
16 bits
Total ukuran paket IP (header + payload)
32-47
Identification
16 bits
Untuk fragmentasi
48-63
Flags + Fragment Offset
16 bits
Fragmentasi
64-71
TTL
8 bits
Time To Live (anti loop)
72-79
Protocol
8 bits
17 = UDP (untuk T2-MI)
80-95
Header Checksum
16 bits
Ceksum header IP
96-127
Source IP
32 bits
IP pengirim (biasanya T2 Gateway)
128-159
Destination IP
32 bits
IP tujuan (multicast ke semua exciter)
Total: 20 bytes (fixed, kecuali ada options).2. Encapsulation T2-MI over IP (yang biasa dipakai di lapangan)Paket T2-MI tidak langsung di IP. Biasanya:Ethernet → IPv4 Header (20 B) → UDP Header (8 B) → T2-MI Packet(s) → (kadang CRC tambahan)
  • UDP Header (8 bytes): Source Port, Dest Port (biasanya 4000–5000 atau sesuai setting), Length, Checksum.
  • T2-MI packet bisa lebih dari satu di dalam satu UDP datagram (efisien).
3. T2-MI Packet Header – 6 bytes (48 bits) – ETSI TS 102 773 / DVB A136Ini header khusus DVB-T2 yang hanya ada di dalam payload UDP.
Bits
Field
Ukuran
Fungsi Utama (terkait SFN)
0-7
packet_type
8 bits
Jenis packet: 00h = Baseband Frame, 10h/11h = L1 signalling, 20h = DVB-T2 Timestamp (penting untuk SFN), dll.
8-15
packet_count
8 bits
Counter urutan packet (0–255, wrap around) – untuk deteksi loss
16-24
rfu
9 bits
Reserved (0)
25-28
superframe_idx
4 bits
Nomor superframe (sama di semua site SFN)
29-31
t2mi_stream_id
3 bits
ID stream T2-MI (biasanya 000 untuk single stream)
32-47
payload_len
16 bits
Panjang payload dalam bits
Setelah header ini:
  • Payload (variable, sesuai payload_len bits) → isi data (BBFrame, L1, Timestamp, dll.)
  • Padding (0–7 bits) → supaya total panjang kelipatan 8 bits
  • CRC-32 (4 bytes) → cek error seluruh packet (header + payload + padding)
Total T2-MI packet minimal: 6 + 4 = 10 bytes (plus payload).Perbandingan Singkat
Aspek
IP Header (IPv4)
T2-MI Header
Ukuran
20 bytes (fixed)
6 bytes (fixed)
Lapisan
Network (Layer 3)
Application (di dalam UDP)
Tujuan
Routing, fragmentasi, TTL
Identifikasi jenis data T2, SFN timing, error detection
Field penting untuk SFN
Tidak ada
packet_type 20h (Timestamp), superframe_idx, packet_count
Ada di setiap paket?
Ya (setiap IP packet)
Ya (setiap T2-MI packet)
Diubah oleh router?
Ya (TTL, checksum)
Tidak (payload)

Intinya: IP header sama persis baik untuk video biasa maupun T2-MI. Yang membuat T2-MI “spesial” adalah header 6-byte-nya di dalam payload UDP, terutama packet_type 20h (DVB-T2 Timestamp) yang membuat semua exciter di SFN bisa sinkron waktu.

No comments: